Randy Permana Duga Taqy Malik Timbun Al-Qur'an Wakaf Demi Konten
14 February 2026, 20:35 WIB
Randy menyebut adanya dugaan praktik penimbunan mushaf yang dilakukan oleh Taqy Malik. Alih-alih langsung menyalurkan amanah donatur, Al-Qur'an diduga dikumpulkan terlebih dahulu dalam jumlah ribuan. Simak selengkapnya berikut ini!
Cara Taqy Malik dalam menyalurkan wakaf Al-Qur'an di Arab Saudi mendapat kritik tajam dari Randy Permana. Randy menyebut adanya dugaan praktik penimbunan mushaf yang dilakukan oleh mantan suami Salmafina Sunan tersebut. Alih-alih langsung menyalurkan amanah donatur, Al-Qur'an diduga dikumpulkan terlebih dahulu dalam jumlah ribuan agar terlihat impresif saat didokumentasikan.
Randy menjelaskan bahwa secara etika, amanah wakaf seharusnya segera dilaksanakan begitu dana diterima. Namun, yang terjadi di lapangan diduga berbeda. Penumpukan ribuan mushaf dalam satu waktu justru mengundang kecurigaan polisi Saudi karena dianggap sebagai aktivitas perdagangan ilegal di area suci.
Akses artikel seputar Taqy Malik di Liputan6.com.
"Masalah keduanya, dia menimbun itu dulu sampai benar-benar terkumpul 2.000 mushaf atau 1.000 mushaf atau 3.000 mushaf baru dia berangkat dan menyalurkan. Sedangkan poinnya ketika kita dapat amanah menyalurkan mushaf, jamaah itu beli hari ini ya kita antar hari ini, bukan ditunggu-tunggu sampai sebulan atau tiga minggu terkumpul baru dia berangkat dan menyalurkan itu," ungkap Randy Permana dalam jumpa pers virtual, Jumat (13/2/2026).
Menurut Randy, tujuan dari pengumpulan ribuan mushaf tersebut diduga hanya untuk keperluan validasi di media sosial. Dengan membawa puluhan karton sekaligus, akan terlihat seolah-olah program tersebut sukses besar. Namun, Randy menilai hal ini sangat berisiko bagi keselamatan para pekerja Indonesia di Saudi.
"Dia kan butuh validasi kan membawa puluhan karton ke masjid biar terlihat bahwa yang menitipkan mushaf ke dia banyak. Dia kan butuh konten untuk itu gitu ya kita tahu. Tapi itu yang dilarang oleh Saudi. Sampai toko pun enggak berani," katanya.
Randy juga menceritakan pengalamannya saat mendampingi Taqy di tahun-tahun sebelumnya. Ia mengaku sudah sering mengingatkan agar penyaluran dilakukan secara bertahap untuk menghindari perhatian pihak keamanan masjid, namun peringatan tersebut diduga tidak diindahkan.
"Karena tahun kedua saya sudah bilangin, 'Bro kalau kamu mau wakafkan mushaf, menyalurkan mushaf, dicicil saja 50, 100 antar ke masjid. Jangan langsung ribuan seperti itu. Polisi melihat itu, yang kena teman-teman yang ada di Makkah-Madinah yang stay, mereka yang kerja di sini'," kata Randy lagi.
Randy berharap agar siapa pun yang ingin berwakaf lebih berhati-hati dalam memilih penyalur. Ia menyarankan agar jamaah yang sedang umrah sebaiknya membeli sendiri Al-Qur'an agar tahu harga aslinya dan bisa menyalurkan secara langsung tanpa perlu melalui jasa yang mengambil untung besar.
"Siapa pun yang lagi umrah, bisa mungkin beli sendiri biar tahu harganya. Saya selalu menyampaikan seperti itu. Tapi kalau titip lewat kami jasa atau mutawif atau apa, kita mengambil keuntungan enggak banyak Mas, hanya mungkin Rp10.000 per mushaf atau apa, bukan sampai Rp150.000 itu," pungkasnya.