Dulu Dilarang Mukbang oleh Ibu, Kini Pendapatan Tzuyang Tiap Bulan Setara dengan 1 Mobil Mewah
18 February 2026, 10:01 WIB
Intip cerita Tzuyang soal penghasilan, biaya mukbang, dan dukungan keluarga. Fakta menariknya bikin kaget, baca sampai habis!
YouTuber mukbang Tzuyang yang punya sekitar 13 juta subscriber akhirnya buka-bukaan soal penghasilannya. Hal itu ia sampaikan saat tampil di program variety MBN Altoran yang tayang pada tanggal 15.
Cerita ini langsung jadi sorotan karena nominalnya fantastis. Untuk konten mukbang, Tzuyang bahkan menghabiskan ratusan juta hanya untuk biaya ongkir makanan. Namun tentunya penghasilannya juga nggak kalah besar, bahkan penghasilan bulanan setara mobil mewah.
Baca berita terbaru Tzuyang di Liputan6.com!
Tzuyang mengatakan ia sempat mengira kebiasaan makannya akan berkurang saat menginjak usia 30 tahun. Namun ternyata sampai sekarang masih sama saja.
Tzuyang mengungkap tinggi badannya 161 cm dengan berat sekitar 44-47 kg. Bahkan kadang ia bisa makan sampai 10 kg makanan, tapi berat badannya cepat kembali seperti semula, bahkan bisa turun saat sedang sering makan.
Youtuber asal Korea ini juga membeberkan biaya besar untuk konten mukbang. Tzuyang menggunakan beberapa aplikasi pesan makanan, dan dari satu aplikasi saja ongkir setahun bisa mencapai sekitar 44 juta won (sekitar Rp 520 juta).
Untuk biaya makan bulanan sendiri rata-rata lebih dari 10 juta won (sekitar Rp 118 juta). Bahkan sekali sesi mukbang Tzuyang kadang bisa menghabiskan lebih dari 3 juta won atau kira-kira Rp 35 juta.
Saat ditanya soal penghasilan, Tzuyang menjawab santai bahwa pendapatan bulanannya cukup untuk membeli satu mobil mewah. Artinya, penghasilannya memang tergolong sangat besar dari aktivitas konten mukbang.
Tzuyang juga cerita awalnya sang ibu sempat menolak aktivitas mukbang yang ia jalani. Keluarganya bukan tipe yang makan banyak, jadi mereka khawatir dengan kebiasaan makannya sejak kecil. Karena itu, ia sempat merahasiakan aktivitas YouTube-nya di awal.
Namun ketika subscriber mencapai 500 ribu, ibunya menelepon sambil menangis, dan setelah diberi sedikit uang saku akhirnya sang ibu luluh dan mulai mendukung. Sekarang keluarganya justru mendukung penuh, apalagi setelah ia menjalani pemeriksaan kesehatan dan hasilnya menunjukkan tidak ada masalah serius. Hal itu membuat keluarganya lebih tenang.