Wardatina Mawa Cerita Soal Anak Jalani Bulan Ramadan, Jawabannya Bikin Haru
23 February 2026, 15:22 WIB
Wardatina Mawa berbagi cerita saat anak mulai menjalani Ramadan tahun ini. Berikut ceritanya KLovers.
Wardatina Mawa berbagi cerita saat anak mulai menjalani Ramadan tahun ini. Momen kebersamaan mereka yang diabadikan dalam sejumlah potret memperlihatkan bagaimana proses mendidik sang buah hati dalam memaknai bulan suci.
Melalui unggahan yang menyentuh, anak Wardatina Mawa tampak aktif bertanya dan belajar memahami makna Ramadan. Dari pertanyaan polos hingga refleksi mendalam sang ibu, berikut ini cerita Wardatina Mawa tentang sang anak.
Baca artikel lainnya dengan topik yang sama di Liputan6.com.
Wardatina Mawa membuka kisahnya dengan kalimat, Ramadhan Kareem, kembali pulang & bertumbuh. Suasana hangat dalam potret kebersamaan mereka menggambarkan kedekatan ibu dan anak yang terjalin hangat.
Dalam unggahannya, Ia mengungkapkan bahwa kini sang anak sudah berusia 5 tahun. Di usia yang semakin aktif, buah hatinya mulai penasaran dengan berbagai makna ibadah yang dijalani termasuk puasa Ramadan.
Rasa ingin tahu itu menjadi pintu bagi Wardatina untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam. Pertanyaan-pertanyaan polos muncul dari sang buah hati tentang arti Ramadan. "Kenapa kita puasa? Kenapa harus bangun sahur? Kenapa nggak boleh marah?" ceritanya.
Ia tampak berhati-hati memilih kata dan sikap. Ia ingin memastikan setiap penjelasan meninggalkan kesan positif yang membekas sepanjang waktu.
Wardatina Mawa menyadari bahwa menjawab pertanyaan tersebut bukan hanya soal teori. Ia harus memberi contoh nyata dalam keseharian agar pesan sampai dengan lembut. "Dan aku sadar, Ramadhan bukan cuma soal ibadahku" ungkapnya.
Selain itu, Wardatina Mawa menuliskan Ramadan menjadi sarana belajar bagi dirinya untuk lebih sabar dan bijak. "Belajar menjawab dengan lembut. Belajar memberi contoh, bukan sekadar perintah." jelasnya.
Setiap sikap orang tua menjadi cermin yang diam-diam ditiru. Karena itu, Wardatina berusaha menjaga tutur kata dan tindakan. Ia ingin memberikan teladan terbaik yang bisa direkam dalam ingatan sang anak.
Ia menutup refleksinya begitu menyentuh tentang penjelasan arti puasa untuk sang anak.Harapannya sederhana, agar bulan suci ini membuat mereka tumbuh bersama."Ramadhan adalah waktu terbaik untuk membentuk hati bukan hanya hatiku, tapi juga hatinya." ungkapnya.
Ikuti kabar terbaru selebriti hanya di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?