Insanul Fahmi Upayakan Pertemuan Rahasia dengan Wardatina Mawa
28 February 2026, 11:11 WIB
Insanul Fahmi ingin bertemu diam-diam dengan Wardatina Mawa tanpa pengacara demi rujuk. Simak upaya damainya dan fakta terbarunya di sini!
Meski telah digugat cerai oleh Wardatina Mawa di Pengadilan Agama Medan, Insanul Fahmi belum menyerah untuk menyelamatkan rumah tangganya. Ia berencana melakukan pertemuan empat mata dengan istri pertamanya tersebut dalam waktu dekat.
Namun, Insanul mengajukan syarat khusus: pertemuan harus rahasia dan tanpa pengacara. Insanul ingin memastikan bahwa pembicaraan mereka murni dari hati ke hati, tanpa intervensi pihak luar yang selama ini dinilainya justru memperkeruh suasana, termasuk dalam hubungannya dengan istri siri Inara Rusli.
Baca berita lain tentang Insanul Fahmi di Liputan6.com, yuk! Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
Insanul Fahmi berharap privasi mereka bisa terjaga dalam upaya terakhir mendamaikan konflik ini.
"Aku mengupayakan pertemuan, tapi nggak ada yang boleh tahu sih, nggak boleh ada yang tahu. Jadi mungkin itu private saja," kata Insanul Fahmi kepada awak media, Jumat (27/2/2026).
Pria ini menegaskan bahwa urusan rumah tangga adalah masalah pribadi yang seharusnya diselesaikan oleh suami dan istri. Oleh karena itu, ia menolak kehadiran pengacara atau siapapun dalam pertemuan tersebut agar komunikasi bisa berjalan lebih terbuka.
"Aku berharap cuma empat mata saja sih, nggak ada... nggak ada yang boleh tahu, mau even itu lawyer atau siapapun semuanya karena ini urusan pribadi," tegasnya.
Hingga saat ini, Insanul mengaku belum memikirkan soal pembagian harta gono-gini atau hak asuh anak secara detail pasca digugat di Medan. Fokus utamanya masih tertuju pada upaya rujuk dan memperbaiki hubungan yang retak dengan Wardatina Mawa.
"Belum ada kepikiran sama sekali sih. Karena dari kemarin masih husnuzan gimana caranya bisa coba akur, damai, kemudian kita mmm... susun kembali ya gimana caranya supaya bisa utuh seperti itu," ujarnya penuh harap.
Insanul kini hanya bisa berikhtiar dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan. Ia merasa sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan keutuhan keluarganya di tengah badai cobaan yang menerpa.