Penerbangan Umrah Dibatalkan Imbas Konflik Iran-Israel, Atta Halilintar Prihatin dan Kirim Doa
03 March 2026, 18:20 WIB
Atta Halilintar ungkap rasa prihatin pada jamaah umrah yang batal terbang. Berikut selengkapnya.
Konflik geopolitik yang memanas di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Israel, ternyata memberikan dampak signifikan bagi para jemaah umrah Indonesia.
Banyak penerbangan menuju Tanah Suci yang terpaksa dibatalkan demi alasan keselamatan. Hal ini tentu menjadi kabar sedih bagi mereka yang sudah rindu ingin beribadah ke Baitullah. Hal itu memicu keprihatinan Atta Halilintar. Berikut selengkapnya.
Baca berita lainnya seputar Atta Halilintar di Liputan6.com.
Atta Halilintar, yang juga memiliki rencana untuk melaksanakan umrah tahun ini, turut memberikan tanggapannya. Ia mengaku sedih mendengar kabar pembatalan tersebut, mengingat betapa besarnya harapan para jemaah untuk bisa menginjakkan kaki di Mekkah dan Madinah.
"Ya kalau cancel ya sedih sih dengernya. Kita turut berduka cita juga buat temen-temen di sana, tapi kita doakan yang terbaik saja dari sini," ungkap Atta Halilintar saat ditemui di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Senin (02/03/2026).
Meski merasa prihatin, Atta mengajak masyarakat untuk tetap berpikir positif dan mendoakan keselamatan saudara-saudara yang berada di wilayah konflik. Ia berharap situasi segera kondusif agar ibadah umat Muslim tidak terganggu dan keselamatan warga sipil tetap terjaga.
"Semoga saudara-saudara kita di sana dapat penjagaan terbaik dari Tuhan," doa suami Aurel Hermansyah ini dengan tulus.
Atta sendiri memiliki niat kuat untuk kembali berangkat umrah pada tahun 2026 ini. Ia merasa momen umrah kali ini akan spesial karena anak-anaknya sudah mulai besar dan bisa diajak beribadah bersama.
"Insyaallah aku tahun ini umrah lagi, apalagi kan anak-anak sudah gede," tuturnya penuh harap.
Di tengah ketidakpastian situasi global, Atta memilih untuk fokus pada hal-hal yang bisa ia kendalikan, yaitu memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah di bulan Ramadan. Ia berharap perdamaian segera tercipta sehingga akses menuju Tanah Suci kembali terbuka lebar bagi seluruh umat Muslim dunia.