Fariz RM Berbagi ke Panti Asuhan, Ingin Hidup Tenang di Hari Tua
13 March 2026, 10:10 WIB
Fariz RM berbagi dengan anak panti lewat lelang kostum bersejarah di Ramadan. Simak kisahnya yang ingin hidup lebih tenang di hari tua. Baca selengkapnya!
Memasuki usia senja, musisi senior Fariz Roestam Moenaf kini memiliki pandangan hidup yang lebih religius dan tenang. Di bawah manajemen baru, ia mengaku ingin mengurangi aktivitas profesionalnya yang padat dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan sosial seperti berbagi kepada anak-anak yatim di dua lokasi, yakni panti asuhan Tebet dan Panti Asuhan Mizan Kalibata bersama Deolipa Yumara, kuasa hukum sekaligus manajemen Fariz.
Momen Ramadan kali ini dimanfaatkan Fariz untuk bernostalgia sekaligus beramal melalui lelang kostum-kostum panggung bersejarahnya. Salah satu kostum yang dilelang adalah jaket yang ia kenakan saat menerima penghargaan bergengsi di BASF Awards puluhan tahun silam.
"Jaket itu istimewanya adalah dua-duanya desain saya pribadi dan keduanya punya nilai historis. Karena pertama, saya buat itu bersama seniman Bali yang kemudian saya bawa, saya pentaskan waktu saya pentas di BASF Awards tahun 1989-1990 ya," kenang Fariz RM saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (11/03/2026).
Fariz menjelaskan bahwa jaket cokelat tersebut sangat spesial karena dikenakan saat album Barcelona miliknya memenangkan kategori Jazz Latin terbaik. Kenangan akan kejayaan itu kini ia transformasikan menjadi bantuan dana segar untuk keperluan pendidikan dan harian anak-anak panti.
Keputusan Fariz untuk melelang barang memorabilia ini juga berkaitan dengan keinginannya untuk "pensiun" dari hiruk-pikuk industri musik secara bisnis. Ia ingin menikmati anugerah Tuhan di sisa umurnya tanpa harus terbebani oleh target-target profesional yang melelahkan.
"Saya ingin lebih hidup menikmati hari tua lebih dengan tenang ya, tidak lagi dikejar-kejar kewajiban-kewajiban profesional yang harus saya kerjakan. Saya lebih ingin menikmati anugerah Allah kepada saya nih sebagai pemusik ini se- lebih dengan nyaman lah, dengan lebih bebas gitu, pensiun lah gitu intinya," ungkapnya jujur.
Kedekatan Fariz dengan dunia panti asuhan ternyata bukan hal baru yang dibuat-buat demi citra semata. Ia mengaku telah dibesarkan dalam tradisi keluarga yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kedermawanan sejak dirinya masih kanak-kanak.
Bagi Fariz, rezeki yang ia dapatkan selama berkarier di panggung musik bukan sepenuhnya miliknya pribadi. Ada hak orang lain yang harus disalurkan agar hidupnya menjadi lebih berkah dan bermanfaat bagi sesama manusia.
"Saya cukup dekat dengan panti asuhan. Dari kecil saya memang sudah diajarkan oleh keluarga untuk selalu berbagi, karena rezeki dari Allah, jadi selalu berbagi lah," tegas musisi yang pernah tergabung dalam grup musik Transs tersebut.
Meskipun nominal hasil lelang tidak disebutkan secara rinci, Fariz merasa sangat bersyukur karena impiannya untuk berbagi bisa terlaksana dengan lancar. Ia berharap semangat berbagi ini tidak hanya berhenti di bulan Ramadan saja, melainkan bisa terus diamalkan sepanjang hayatnya. "Alhamdulillah, paling tidak bisa berbagi kebahagiaan buat panti asuhan, insya Allah bisa berbagi kebahagiaan buat kita semua," tutup Fariz RM penuh syukur.