Jalani Ramadan Terberat, Inara Rusli Pilih Ikhlas Hadapi Ujian Hidup
17 March 2026, 23:11 WIB
Inara Rusli tengah melewati fase yang cukup berat di bulan puasa tahun ini. Berikut selengkapnya.
Inara Rusli tengah melewati fase yang cukup berat di bulan puasa tahun ini. Mantan istri Virgoun tersebut mengakui bahwa Ramadan kali ini terasa sangat menantang bagi dirinya karena bertepatan dengan berbagai persoalan hukum yang masih berjalan.
Meski harus menghadapi situasi yang tidak mudah, ia berusaha untuk tetap menjalankan ibadah dengan sebaik mungkin. Kondisi ini dialami Inara di tengah proses hukum atas dugaan perzinaan yang dilaporkan oleh Wardatina Mawa pada akhir tahun 2025 lalu. Berikut selengkapnya.
Di balik tekanan yang ada, ibu tiga anak ini mencoba untuk tetap tenang dan mencari hikmah dari setiap kejadian. Baginya, momen sulit seperti sekarang justru menjadi cara Tuhan untuk menunjukkan siapa saja orang-orang yang tulus berada di sampingnya.
"Berat aku dalam hidup sudah sekitar tiga kali ya mengalami Ramadan yang berat. Ramadan berat pertama itu waktu aku kehilangan ayah aku. Ramadan berat kedua adalah ketika aku pertama kali menjalani Ramadan dalam status single mother. Ramadan ketiga ya yang kali ini," ujar Inara Rusli di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026).
Saat ini, Inara merasa perasaannya sudah jauh lebih lapang dibandingkan saat awal permasalahan muncul. Ia merasa sangat bersyukur karena masih banyak orang yang memberikan dukungan moral kepadanya. Hal tersebut diakui menjadi kekuatan tambahan bagi dirinya agar tetap bisa berdiri tegak meskipun sedang diterpa badai permasalahan yang cukup menguras energi.
"Tapi sekarang lebih tenang, lebih ikhlas ya Kak? Alhamdulillah. Karena banyak yang support juga ya. Iya, jadi memang masalah itu sebenarnya ada hikmahnya. Salah satunya ya kita jadi bisa melihat lebih jelas mana-mana saja orang yang benar-benar tulus men-support dan mendoakan kita, dan percaya sama kita," tuturnya.
Inara juga menceritakan pengalamannya saat menyadari bahwa beberapa orang di lingkaran pertemanannya mulai menjauh sejak ia tertimpa masalah. Alih-alih merasa benci atau kecewa berlebihan, ia justru menjadikan hal tersebut sebagai bahan refleksi diri. Kejadian ini membuatnya sadar bahwa ke depannya ia harus lebih berhati-hati dalam mempercayai orang lain di sekitarnya. "Iya, pasti. Itu menjadi refleksi ke diri sendiri untuk lebih, ya, selektif," ucap Inara.
Menyambut hari raya Idul Fitri yang sudah di depan mata, Inara tidak memiliki banyak permintaan muluk kepada Tuhan. Ia hanya berharap segala kesabaran yang ia jalani selama masa sulit ini bisa menjadi jalan untuk menghapus dosa-dosanya di masa lalu. Ia ingin menyambut hari kemenangan dengan kondisi hati yang jauh lebih bersih dan tenang tanpa menyimpan dendam.
"Harapan bahwa terampuninya dosa, Insyaallah. Insyaallah dengan hati yang lebih lapang menerima keadaan yang terjadi, mudah-mudahan menjadi sebab terampuninya semua dosa dan terkabulnya semua doa dan harapan," pungkas Inara Rusli.