Pangeran Harry Dituntut Yayasan yang Ia Bangun Untuk Puteri Diana

14 April 2026, 15:55 WIB
Pangeran Harry Dituntut Yayasan yang Ia Bangun Untuk Puteri Diana

Sebuah badan amal yang didirikan bersama oleh Pangeran Harry di Afrika untuk menghormati mendiang ibunya, Puteri Diana, menggugatnya atas dugaan pencemaran nama baik setelah ia mundur sebagai pelindung (patron) tahun lalu. Sentebale, yang didirikan Harry bersama Prince Seeiso of Lesotho pada 2006 dan membantu anak muda dengan HIV di Afrika bagian selatan, mengajukan gugatan bulan lalu di Pengadilan Tinggi London, menurut catatan pengadilan yang ditinjau pada Jumat.

Berkas daring menunjukkan Harry dan temannya, Mark Dyer, yang merupakan wali (trustee) di badan amal tersebut, digugat atas dugaan pencemaran nama baik secara tertulis (libel) atau lisan (slander). Tidak ada dokumen rinci yang tersedia.

"Badan amal ini meminta intervensi, perlindungan, dan pemulihan dari pengadilan menyusul kampanye media negatif terkoordinasi sejak 25 Maret 2025 yang telah menyebabkan gangguan operasional serta merusak reputasi organisasi, pimpinan, dan mitra strategisnya," kata Sentebale dalam pernyataan di situs webnya pada Jumat.

Juru bicara Harry dan Dyer mengatakan bahwa keduanya 'dengan tegas menolak tuduhan yang ofensif dan merusak ini'. Dalam bahasa lokal Lesotho, tempat badan amal ini berbasis, Sentebale berarti 'jangan lupakan aku'.

Perselisihan mulai muncul pada 2023 terkait strategi penggalangan dana baru. Harry dan Seeiso mundur sebagai patron badan amal tersebut pada Maret 2025.

Saat itu, mereka menyatakan hubungan antara dewan dan ketuanya, Sophie Chandauka, sudah tidak dapat diperbaiki, dan mereka mundur sebagai bentuk solidaritas dengan lima wali yang juga mengundurkan diri akibat perselisihan internal yang kemudian menjadi konsumsi publik.

"Apa yang terjadi tidak terbayangkan. Kami terkejut harus melakukan ini, tetapi kami tetap memiliki tanggung jawab terhadap para penerima manfaat Sentebale, sehingga kami akan menyampaikan semua kekhawatiran kami kepada Komisi Amal terkait bagaimana hal ini bisa terjadi," kata Harry dan Seeiso dalam pernyataan bersama saat itu.

Chandauka kemudian menuduh Harry mengoordinasikan kampanye perundungan dan pelecehan untuk memaksanya mundur. Ia mengatakan kepada Sky News pada Maret bahwa pengunduran diri Harry membuatnya terkejut dan merupakan'contoh pelecehan dan perundungan dalam skala besar'.

Ia juga menyebut Harry ikut campur dalam laporan pelanggaran (whistleblower) yang ia ajukan terhadap badan amal tersebut. "Jadi ini adalah upaya menutupi sesuatu, dan sang pangeran terlibat," katanya.

Charity Commission for England and Wales melakukan penyelidikan dan mengkritik kedua belah pihak karena membiarkan konflik ini berlangsung di ruang publik dan merusak reputasi organisasi, tetapi tidak menemukan bukti adanya perundungan atau misogini yang meluas di Sentebale.

"Masalah Sentebale terjadi di hadapan publik, memungkinkan perselisihan yang merusak reputasi badan amal, berisiko menutupi berbagai pencapaiannya, serta mengancam kemampuannya untuk melayani para penerima manfaat yang menjadi tujuan utama didirikannya organisasi ini," kata CEO komisi, David Holdsworth, dalam pernyataan pada Agustus 2025.

Juru bicara Harry sebelumnya mengkritik laporan komisi tersebut, sementara Chandauka menyambut baik hasilnya. Permintaan komentar yang dikirim pada Jumat ke kantor Duke of Sussex belum mendapat tanggapan.

Sumber : KapanLagi.com