4 Drama Korea yang Dikecam karena Rasis dari Perbedaan Warna Kulit - Imigran Asia Tenggara
28 August 2024, 21:22 WIB
Artikel ini akan membahas beberapa kasus di mana drama Korea mendapat kecaman publik. Apa saja drama-drama tersebut? Berikut ini daftar drama Korea yang dikecam karena rasis yang bisa kalian tonton. Yuk, langsung saja dicek KLovers!
Kapanlagi.com - Drama Korea telah menjadi fenomena global yang memikat jutaan penonton. Namun, di balik popularitas, beberapa produksi K-drama telah tersandung kontroversi terkait isu rasisme dan stereotip budaya. Seperti beberapa drama Korea yang dikecam karena rasis berikut ini.
Beberapa drama ini masih menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap keberagaman budaya dan etnis. Artikel ini akan membahas beberapa kasus di mana drama Korea mendapat kecaman publik karena konten yang dianggap rasis atau tidak sensitif untuk dijadikan hiburan.
Dari representasi yang keliru tentang budaya Afrika hingga stereotip tentang imigran Asia Tenggara, Kapanlagi akan menelusuri bagaimana kontroversi ini telah memicu diskusi penting tentang representasi dalam drama Korea yang dikecam karena rasis berikut ini.
Apa saja drama-drama tersebut? Berikut ini daftar drama Korea yang dikecam karena rasis yang bisa kalian tonton. Yuk, langsung saja dicek KLovers!
(kpl/dhm)
BACKSTREET ROCKIE (2020)
| Rating | 7.5 IMDb |
| Episode | 16 episode |
| Durasi | 70 menit |
| Tayang | Prime Video, Netflix, IQIYI, VIKI |
| Pemain | Ji Chang Wook, Kim You Jung, Han Sun Hwa |
Drama BACKSTREET ROCKIE adalah drama komedi romantis yang mengisahkan Choi Dae-hyun, pemilik minimarket, dan Jung Saet-byul, pegawai paruh waktu yang cerdas dan energik. Meskipun awalnya hubungan mereka tidak mulus, keduanya perlahan-lahan mengembangkan ikatan.
Namun, di tengah cerita romantis ini, drama Korea yang dikecam karena rasis tersebut menghadapi kontroversi yang signifikan terkait isu rasisme. Salah satu episode drama ini menuai kritik tajam karena menampilkan adegan yang dianggap rasis terhadap orang berkulit hitam.
Penggambaran stereotip dan ketidakakuratan dalam membedakan negara Afrika memicu kemarahan publik, terutama di tengah gerakan global Black Lives Matter. Kontroversi ini menimbulkan diskusi serius tentang representasi dan sensitivitas budaya dalam industri hiburan Korea.
THE PENTHOUSE SEASON 3 (2021)
| Rating | 7.9 IMDb |
| Episode | 14 episode |
| Durasi | 75 menit |
| Tayang | Netflix, Prime Video, WeTV, iQIYI, VIKI |
| Pemain | Lee Ji Ah, Eugene, Kim So Yeon |
Drama THE PENTHOUSE SEASON 3 ini melanjutkan saga penuh intrik di Hera Palace, sebuah apartemen mewah yang dihuni oleh para elit Seoul. Drama ini mengisahkan persaingan sengit antara Shim Su-ryeon, Cheon Seo-jin, dan Oh Yoon-hee dalam perebutan kekuasaan, cinta, dan pembalasan dendam.
Kisah ini semakin rumit dengan munculnya karakter baru dan rahasia gelap yang terungkap, membuat penonton terus terpaku dengan plot yang mengejutkan. Namun, di tengah popularitas, drama ini jadi drama Korea yang dikecam karena rasis terkait Alex, kakak Logan Lee.
Penampilan Alex dengan rambut gimbal, tato, dan aksen Afrika-Amerika dianggap sebagai bentuk apropriasi budaya yang tidak sensitif. Kritik ini jadi stereotip dalam industri hiburan Korea, menunjukkan pentingnya kesadaran budaya dalam produksi konten global.
THE MAN WHO DIES TO LIVE (2017)
| Rating | 4.5 IMDb |
| Episode | 24 episode |
| Durasi | 35 menit |
| Tayang | Kocowa |
| Pemain | Choi Min Soo, Kang Ye Won, Shin Sung Rok |
Drama THE MAN WHO DIES TO LIVE adalah drama komedi yang mengisahkan perjalanan Jang Dal-goo, seorang pria Korea yang telah lama tinggal di Timur Tengah. Setelah menjadi kaya raya, ia kembali ke Korea untuk mencari putrinya yang telah lama terpisah.
Drama Korea yang dikecam karena rasis ini menggabungkan unsur humor dengan eksplorasi budaya, namun pendekatan yang diambil dalam menggambarkan budaya Timur Tengah memicu kontroversi besar. Beberapa adegan dan dialog dianggap ofensif terhadap budaya dan agama Islam.
Penggambaran wanita berhijab mengenakan bikini dan poster yang menampilkan kaki karakter utama di sebelah Al-Quran memicu kemarahan publik. Akibatnya, MBC harus meminta maaf secara resmi dalam tiga bahasa dan menghapus adegan-adegan kontroversial.
MODERN FARMER (2014)
| Rating | 7.3 IMDb |
| Episode | 20 episode |
| Durasi | 70 menit |
| Tayang | VIKI, Prime Video |
| Pemain | Lee Hong Ki, Lee Ha Nee, Kwak Dong Yeon |
Drama Korea yang dikecam karena rasis ini mengisahkan tentang empat anggota band yang pindah ke desa. Bagaimana mengeksplorasi kehidupan pedesaan dan pertanian. Drama MODERN FARMER ini mencampurkan unsur komedi dengan pesan tentang kembali ke alam.
Namun, sebuah adegan kontroversial memicu kritik karena menampilkan dialog yang dianggap merendahkan perempuan Vietnam. Kontroversi ini mencerminkan masalah sosial yang lebih luas di Korea Selatan, di mana perempuan Vietnam sering dijadikan target pernikahan transnasional.
Kasus ini memicu diskusi tentang stereotip dan diskriminasi terhadap imigran, serta pentingnya sensitivitas budaya dalam media hiburan Korea. Hingga, drama MODERN FARMER ini menjadi salah satu drama Korea yang dikecam karena rasis oleh penonton.
Itulah beberapa drama Korea yang dikecam karena rasis. Melalui kontroversi ini, industri K-drama diharapkan dapat berkembang menjadi lebih inklusif, menghargai keberagaman, dan sensitif terhadap budaya global.