Update Korban CPNS Bodong Anak Nia Daniaty: 9 Orang Meninggal Dunia Akibat Depresi
18 February 2026, 14:20 WIB
Di balik angka kerugian miliaran rupiah, terdapat kisah-kisah tragis yang menyayat hati. Simak selengkapnya di sini!
Kapanlagi.com - Kasus penipuan CPNS bodong yang dilakukan oleh Olivia Nathania, putri penyanyi Nia Daniaty, menyisakan duka mendalam bagi para korbannya. Di balik angka kerugian miliaran rupiah, terdapat kisah-kisah tragis yang menyayat hati. Tekanan mental akibat terlilit utang demi mengikuti seleksi CPNS fiktif tersebut telah merenggut nyawa sejumlah korban maupun orang terdekat mereka.
Ibu Agustin, salah satu perwakilan korban, menceritakan betapa hancurnya kehidupan para korban pasca penipuan tersebut. Banyak dari mereka yang harus kehilangan pekerjaan, menggadaikan sertifikat rumah, hingga dikejar-kejar penagih utang. Beban pikiran yang berat membuat kondisi kesehatan para orang tua korban menurun drastis hingga berujung kematian.
"Kurang lebih hampir 9 orang (meninggal dunia). Ada yang orang tuanya, ada yang korbannya sendiri juga," ungkap Ibu Agustin dengan suara bergetar saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026).
Bahkan, guru wali kelas Olivia semasa sekolah pun turut menjadi korban keganasan penipuan ini. Dua orang anaknya didaftarkan melalui Olivia dengan harapan bisa menjadi abdi negara. Sayangnya, harapan itu pupus dan menyisakan utang yang menumpuk, menyebabkan sang guru mengalami depresi berat hingga meninggal dunia.
"Itu saya tahu sendiri dia sampai memang dia punya penyakit tambah drop-drop akhirnya sampai meninggal. Bahkan saya sampaikan waktu pertemuan dengan Olivia waktu di Polda, 'Ini wali kelas kamu sampai meninggal dunia.' Saya tunjukin makamnya. Dia cuma nangis di depan dibilang minta maaf itu aja," kenang Ibu Agustin dengan mata berkaca-kaca.
Baca juga berita lainnya di Liputan6.com
(kpl/aal/ums)
Korban Terus Berjuang
Odie Hudiyanto selaku kuasa hukum menambahkan bahwa para korban saat ini masih terus berjuang melunasi utang mereka kepada pihak ketiga. Uang yang disetorkan kepada Olivia bukanlah uang dingin, melainkan hasil pinjaman yang berbunga.
"Mungkin ya sekali lagi kalau masalah umur itu di tangan Allah, tapi kan karena stress. Bahkan wali kelasnya Olivia sendiri pun anaknya korban dua orang, meninggal karena stress berat karena uangnya minjam," ujar Odie.
Tuntutan Korban
Pihak korban menuntut agar Olivia Nathania, Rafly Tilaar, dan Nia Daniaty segera melunasi ganti rugi sebesar Rp 8,1 miliar yang telah diputuskan pengadilan. Mereka berharap para termohon eksekusi memiliki hati nurani untuk melihat penderitaan yang telah mereka timbulkan.
"Kami mohon pihak pengadilan benar-benar menyelesaikan kasus ini biar sampai tuntas gitu loh. Karena kita sekarang sudah hampir 4 tahun setengah, di mana teman-teman para korban itu menderita," pungkas Ibu Agustin.