Dian Sastrowardoyo & Ali Fikry Cerita Tantangan di Film 'ESOK TANPA IBU'

18 February 2026, 14:52 WIB
Dian Sastrowardoyo & Ali Fikry Cerita Tantangan di Film 'ESOK TANPA IBU'

Kapanlagi.com - Dian Sastrowardoyo dan Ali Fikry jadi pemeran utama di film ESOK TANPA IBU. Film ini menggabungkan drama keluarga dengan AI atau kecerdasan buatan yang kini sudah marak digunakan.

Dikisahkan, Rama (Ali Fikry) hidup dalam hubungan yang agak renggang sama Ayahnya (Ringgo Agus Rahman). Satu-satunya orang yang benar-benar dekat sama dengannya cuma sang Ibu (Dian Sastrowardoyo).

Tapi dunia Rama langsung runtuh ketika Ibunya mendadak jatuh koma. Di tengah rasa kehilangan yang bikin dia makin terpuruk, Rama tiba-tiba menemukan 'jalan keluar' lewat i-BU, sebuah AI buatan temannya yang bisa menampilkan wajah, suara dan jadi alat bantu untuk merangsang kerja otak sang Ibu.

Dalam sebuah sesi di KapanLagi Show, dua aktris & aktor berbeda generasi ini bicara banyak hal soal film ESOK TANPA IBU, termasuk tentang tantangan yang dihadapi saat syuting film ini. Simak selengkapnya di sini, KLovers!

Baca juga berita lainnya di Liputan6.com

(kpl/ums)

Dian Sastrowardoyo Tirukan Suara AI

Dian Sastrowardoyo Tirukan Suara AI

Dian Sastrowardoyo menyebut dirinya menghadapi tantangan harus berakting seperti AI dengan menirukan suara dari program kecerdasan buatan tersebut. Untuk menyiasati hal tersebut, aktris 43 tahun ternyata ini punya cara tersendiri.

"Jadi ada acting voice-nya itu harus seperti AI. Jadi aku biar bisa melakukan voice kayak gitu aku sering ngobrol sama AI yang ada di handphone aku. Jadi ternyata AI itu intonasinya sama terus, seragam," ujar Dian Sastrowardoyo.

"Kebulatan suara AI itu juga beda banget sama kita. Kalau kita kan kadang ngobrol kebawa emosi bisa jadi cempreng bisa jadi apa gitu. Ya kalau AI harus bulat terus gitu, kayak suara announcer gitu," lanjutnya.

Ali Fikry Punya Tantangan Tersendiri

Ali Fikry Punya Tantangan Tersendiri

Ali Fikry menyebut tantangannya adalah memunculkan rasa canggung dengan ayah, sebagai anak yang telah ditinggal wafat sang ibu dan jarang berkomunikasi dengan ayahnya.

"Tantangannya, memunculkan kecanggungan aku sama bapak kali ya. Karena banyak yang merasa, rasa aku ke bapak itu kebencian ya. Padahal yang aku pahami itu bukan kebencian, tapi rasanya gimana kalau kalian tuh nggak bisa membuka diri ke satu sama lain," ujar Ali Fikry.

Karena kan karakter Rama ini kehilangan salah satu tempat aman di hidupnya, dan setelah kejadian itu (meninggalnya sang ibu) dia nggak tahu caranya berkomunikasi sama ayah. Jadi ketidakmampuan untuk berkomunikasi itulah yang bikin aku berjarak sama ayah," pungkas Ali.

Sumber : KapanLagi.com