Gorillaz Buka Suara Tentang Kesuksesan Global Film Animasi KPOP DEMON HUNTERS
25 February 2026, 11:00 WIB
Damon Albarn bilang GORILLAZ ikut ngebuka jalan tren hiburan modern, dari band virtual sampai konsep pop visual ala K-pop.
Kapanlagi.com - Frontman BLUR sekaligus kreator GORILLAZ, Damon Albarn, baru-baru ini ngobrol soal perkembangan industri musik sekaligus mengenang penampilan BLUR di Coachella 2024. Saat itu, set lagu hits mereka disambut reaksi penonton yang terasa canggung dan kurang antusias. Albarn bahkan sempat nyeletuk di panggung kalau penonton mungkin tidak akan melihat mereka lagi.
Dalam wawancara dengan Rolling Stone, Albarn merasa festival besar sekarang terasa seperti "perwujudan media sosial", di mana penonton lebih sibuk merekam daripada menikmati musik langsung. Jamie Hewlett juga menambahkan bahwa di festival tersebut, ponsel sering diarahkan ke sesama penonton, bukan ke panggung. Meski begitu, Albarn tidak menutup kemungkinan BLUR bakal tampil lagi di Amerika, bahkan menyebut konser di Madison Square Garden sebagai opsi yang lebih cocok.
Di bagian lain wawancara, Albarn mengungkap bahwa ia tidak punya ponsel dan tidak memakai layanan streaming seperti Spotify. Ia juga merasa kesuksesan GORILLAZ ikut membuka jalan bagi tren hiburan modern yang menggabungkan musik, animasi, dan dunia cerita visual. Menurutnya, konsep yang dulu terasa eksperimental sekarang sudah jadi arus utama industri hiburan global. Untuk melihat bagaimana konsep visual dan dunia cerita dalam musik berkembang hingga jadi tren global saat ini, lanjut ke pembahasan berikutnya..
(kpl/afd)
Gorillaz: Band Virtual Yang Merombak Dunia Musik
GORILLAZ dikenal sebagai band virtual yang tampil lewat karakter animasi seperti 2D, Murdoc, Noodle, dan Russel. Mereka ngegabungin hip-hop, rock, elektronik, sampai dub jadi satu warna musik yang unik banget. Visual animasi dan dunia cerita yang mereka bangun bikin pengalaman denger musik terasa seperti masuk ke semesta lain.
Kesuksesan GORILLAZ buktiin kalau identitas virtual bisa sekuat artis nyata. Video animasi, konser visual, dan lore cerita mereka bikin fans merasa dekat dengan karakter-karakternya. Nggak heran kalau konsep ini kemudian jadi inspirasi banyak proyek hiburan modern.
Fenomena Idol Virtual & AI Artist
Sekarang makin banyak idol virtual, VTuber, sampai penyanyi berbasis AI yang muncul di industri musik. Karakter digital ini punya kepribadian, gaya visual, dan dunia cerita sendiri yang bikin mereka terasa unik dan futuristik. Buat generasi internet, artis digital justru terasa fresh dan beda dari musisi konvensional.
Fenomena ini nunjukkin bagaimana teknologi mengubah cara musik diproduksi dan dinikmati. Identitas digital memungkinkan kreator menciptakan karakter yang bisa hidup di berbagai platform sekaligus. Pendekatan ini membuka peluang besar dan bisa jadi masa depan hiburan musik.
Musik Modern: Tidak Hanya Didengar, Tapi Juga Dialami
Di era sekarang, musik nggak lagi cuma soal suara, tapi juga visual dan konsep yang kuat. Karakter, estetika, dan dunia cerita membantu artis tampil menonjol di tengah banjir konten digital setiap hari. Pengalaman menikmati musik jadi terasa lebih imersif dan seru.
Media sosial juga bikin fans nggak cuma denger lagu, tapi ikut masuk ke dunia yang dibangun artis favorit mereka. Mereka ngikutin cerita, teori, sampai detail visual yang tersembunyi. Ke depan, musik kemungkinan bakal makin nyatu dengan teknologi, visual, dan storytelling.