Arti Makna Lagu Busyrolana - Ai Khodijah, Kisahkan Kerinduan pada Rasulullah SAW
06 March 2026, 19:44 WIB
Sholawat Busyrolana tentang ketenangan jiwa dan kerinduan kepada Rasulullah. .Untuk lebih memahami makna lagu Sholawat Busyrolana, langsung saja simak ulasan berikut ini.
Sholawat Busyrolana menjadi salah satu lantunan religi yang populer. Lagu ini sering dibawakan oleh Ai Khodijah. Liriknya berisi ungkapan kebahagiaan dan harapan. Isinya juga menggambarkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
Sholawat ini juga sarat makna spiritual. Pesannya tentang ketenangan jiwa dan kerinduan kepada Rasulullah. Lagu ini sering dilantunkan dalam majelis sholawat. Banyak pendengar merasakan kedamaian saat mendengarnya.
Untuk lebih memahami makna lagu Sholawat Busyrolana, langsung saja simak ulasan berikut ini.
(kpl/psp)
Lirik Sholawat Busyrolana
Busyro lana nilnal muna
Zalal 'ana wa falhana
Waddahru anjaza wa'dahu
Wal bisyru adlha mu'lana
Busyro lana nilnal muna
Zalal 'ana wa falhana
Busyro lana nilnal muna
Zalal 'ana wa falhana
Busyro lana nilnal muna
Zalal 'ana wa falhana
Waddahru anjaza wa'dahu
Wal bisyru adlha mu'lana
Busyro lana nilnal muna
Zalal 'ana wa falhana
Busyro lana nilnal muna
Zalal 'ana wa falhana
Ya nafsu thibi billiqo
Ya 'ainu qorri a'yuna
Ya nafsu thibi billiqo
Ya 'ainu qorri a'yuna
Hadza jamalul mushthofa
Anwaruhu la hat lana
Busyro lana nilnal muna
Zalal 'ana wa falhana
Waddahru anjaza wa'dahu
Wal bisyru adlha mu'lana
Busyro lana nilnal muna
Zalal 'ana wa falhana
Busyro lana nilnal muna
Zalal 'ana wa falhana
Ya thoibatu madza naqul
Wa fiki qod hallar rosul
Ya thoibatu madza naqul
Wa fiki qod hallar rosul
Wa kulluna narjul wushul
Limuhammadin nabiyna
Busyro lana nilnal muna
Zalal 'ana wa falhana
Waddahru anjaza wa'dahu
Wal bisyru adlha mu'lana
Busyro lana nilnal muna
Zalal 'ana wa falhana
Busyro lana nilnal muna
Zalal 'ana wa falhana
Arti Lirik Sholawat Busyrolana
Kebahagiaan milik kami karena kami mendapat harapan.
Dan hilang sudah semua kesusahan lengkap sudah semua kebahagiaan.
Dan waktu sudah menepati janjinya.
Dan kebahagiaan menampakan kemuliaan kami.
Kebahagiaan milik kami karena kami mendapat harapan.
Dan hilang sudah semua kesusahan lengkap sudah semua kebahagiaan.
Kebahagiaan milik kami karena kami mendapat harapan.
Dan hilang sudah semua kesusahan lengkap sudah semua kebahagiaan.
Kebahagiaan milik kami karena kami mendapat harapan.
Dan hilang sudah semua kesusahan lengkap sudah semua kebahagiaan.
Dan waktu sudah menepati janjinya.
Dan kebahagiaan menampakan kemuliaan kami.
Kebahagiaan milik kami karena kami mendapat harapan.
Dan hilang sudah semua kesusahan lengkap sudah semua kebahagiaan.
Kebahagiaan milik kami karena kami mendapat harapan.
Dan hilang sudah semua kesusahan lengkap sudah semua kebahagiaan.
Wahai jiwa berbahagialah dengan pertemuan.
Wahai mata tenanglah tenanglah.
Wahai jiwa berbahagialah dengan pertemuan.
Wahai mata tenanglah tenanglah.
Inilah keindahan Mustofa (Nabi Muhammad) SAW.
Cahayanya memancar menembus jiwa kami.
Kebahagiaan milik kami karena kami mendapat harapan.
Dan hilang sudah semua kesusahan lengkap sudah semua kebahagiaan.
Dan waktu sudah menepati janjinya.
Dan kebahagiaan menampakan kemuliaan kami.
Kebahagiaan milik kami karena kami mendapat harapan.
Dan hilang sudah semua kesusahan lengkap sudah semua kebahagiaan.
Kebahagiaan milik kami karena kami mendapat harapan.
Dan hilang sudah semua kesusahan lengkap sudah semua kebahagiaan.
Duhai Thoybah (Madinah), apa yang bisa kami katakan?
Jika Rosul telah mendiami wilayahmu
Duhai Thoybah (Madinah), apa yang bisa kami katakan?
Jika Rosul telah mendiami wilayahmu
Dan kami semua ingin berjumpa dengan Muhammad,
Nabi kami
Kebahagiaan milik kami karena kami mendapat harapan.
Dan hilang sudah semua kesusahan lengkap sudah semua kebahagiaan.
Dan waktu sudah menepati janjinya.
Dan kebahagiaan menampakan kemuliaan kami.
Kebahagiaan milik kami karena kami mendapat harapan.
Dan hilang sudah semua kesusahan lengkap sudah semua kebahagiaan.
Kebahagiaan milik kami karena kami mendapat harapan.
Dan hilang sudah semua kesusahan lengkap sudah semua kebahagiaan.
Pesan Kebahagiaan dalam Sholawat Busyrolana
Sholawat Busyrolana membawa pesan kebahagiaan bagi umat Islam. Liriknya menggambarkan harapan yang akhirnya terwujud. Kesedihan digantikan oleh kebahagiaan yang lengkap.
Kalimat awal menegaskan rasa syukur. Umat merasakan harapan yang datang kembali. Janji waktu juga disebut telah terpenuhi.
Makna ini mengajarkan optimisme. Kesulitan hidup tidak akan selamanya ada. Harapan selalu hadir bersama rahmat Allah.
Kerinduan kepada Nabi Muhammad
Bagian lirik berikut menggambarkan kerinduan mendalam. Kerinduan itu tertuju kepada Nabi Muhammad SAW. Sosok Rasul digambarkan sebagai cahaya kehidupan.
Kalimat tentang keindahan Mustofa sangat kuat. Nabi disebut membawa cahaya bagi umat. Cahaya itu menembus hati dan jiwa manusia.
Makna ini menunjukkan cinta kepada Rasulullah. Sholawat menjadi bentuk penghormatan. Sekaligus menjadi doa bagi Nabi Muhammad SAW.
Madinah sebagai Kota Penuh Keberkahan
Lirik juga menyebut kota Thoybah atau Madinah. Kota ini menjadi tempat tinggal Rasulullah. Karena itu, Madinah dianggap sangat mulia.
Penyebutan kota tersebut menggambarkan kerinduan umat. Mereka ingin berziarah dan merasakan keberkahan. Banyak Muslim berharap dapat berkunjung ke sana.
Harapan terbesar adalah bertemu Nabi di akhirat. Sholawat menjadi pengingat kerinduan itu. Sekaligus menjadi doa agar mendapat syafaat Rasulullah.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa makna utama sholawat Busyrolana?
Sholawat ini menggambarkan kebahagiaan, harapan, dan cinta kepada Nabi Muhammad.
Siapa yang mempopulerkan sholawat Busyrolana?
Sholawat ini populer dibawakan oleh Ai Khodijah.
Apa arti kata Busyrolana dalam sholawat ini?
Busyrolana menggambarkan kabar bahagia dan harapan yang datang kepada umat.
Mengapa Madinah disebut dalam lirik?
Madinah adalah kota tempat Rasulullah tinggal dan dimakamkan.
Apa pesan spiritual dari sholawat ini?
Sholawat ini mengajak umat mencintai Rasulullah dan menjaga harapan kepada Allah.
Temukan ulasan makna lagu menarik lainnya di kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?