Amalan dan Keistimewaan Malam Lailatul Qadar, Ada Pahala Berlipat Ganda

13 March 2026, 14:07 WIB
Amalan dan Keistimewaan Malam Lailatul Qadar, Ada Pahala Berlipat Ganda

Kapanlagi.com - Amalan dan keistimewaan malam Lailatul Qadar menjadi salah satu topik yang paling dinanti umat Islam setiap kali Ramadan tiba. Malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan ini dipercaya sebagai momen istimewa ketika rahmat, ampunan, dan keberkahan Allah SWT turun dengan begitu melimpah bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah.

Di bulan Ramadan yang penuh berkah dan ampunan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai kebaikan untuk meraih ridha serta pahala yang maksimal dari Allah SWT. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an: “Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3).

Seperti yang dilansir KapanLagi dari NU Online, malam Lailatul Qadar juga menjadi kesempatan langka yang tidak datang setiap saat, sehingga umat Islam dianjurkan untuk menghidupkannya dengan ibadah, doa, dan amal saleh. Bahkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Muhammad disebutkan, “Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

(kpl/mda)

Pengertian dan Makna Lailatul Qadar

Pengertian dan Makna Lailatul Qadar

Dalam kajian para ulama, Lailatul Qadar memiliki makna yang sangat mendalam dan tidak sekadar dipahami sebagai malam penuh keberkahan. Menurut penjelasan M. Quraish Shihab yang dimuat di situs Nahdlatul Ulama seperti yang dirangkum KapanLagi, kata qadar dapat dimaknai sebagai ketetapan, kemuliaan, serta ukuran atau ketentuan yang ditetapkan oleh Allah SWT.

Makna tersebut menunjukkan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan waktu ketika berbagai ketetapan Ilahi bagi manusia ditentukan. Dalam Surah Al-Qadr ayat 1 juga disebutkan, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam Lailatul Qadar.” Ayat ini menegaskan bahwa malam tersebut memiliki kedudukan sangat agung karena menjadi awal turunnya wahyu Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW.

Lebih jauh lagi, para ulama menjelaskan bahwa Lailatul Qadar juga menjadi simbol kemuliaan spiritual bagi manusia yang memanfaatkannya dengan sungguh-sungguh. Mereka yang menghidupkan malam ini dengan ibadah diyakini akan memperoleh derajat tinggi di sisi Allah SWT.

Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?

Pertanyaan mengenai kapan tepatnya Lailatul Qadar selalu menjadi perhatian umat Islam setiap Ramadan. Berdasarkan berbagai hadis, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.

Dalam sebuah hadis disebutkan: “Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan.” (HR. Bukhari). Hadis ini menunjukkan bahwa malam tersebut sengaja dirahasiakan waktunya agar umat Islam semakin giat beribadah sepanjang akhir Ramadan.

Sementara itu, berdasarkan kajian yang dimuat oleh NU Lampung, terdapat prediksi bahwa Lailatul Qadar pada tahun 2026 berpotensi terjadi pada malam ke-25 Ramadan. Meski demikian, para ulama tetap menegaskan bahwa kepastian waktunya hanya diketahui oleh Allah SWT sehingga umat Islam dianjurkan menghidupkan seluruh malam di sepuluh hari terakhir.

Dengan demikian, semangat utama dalam menanti Lailatul Qadar bukan sekadar menebak tanggalnya, tetapi memperbanyak ibadah secara konsisten. Semakin banyak amal yang dilakukan pada malam-malam tersebut, semakin besar peluang seseorang mendapatkan keberkahan malam istimewa itu.

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar memiliki banyak keutamaan yang menjadikannya malam paling istimewa dalam Islam. Salah satu keutamaannya disebutkan secara langsung dalam Al-Qur'an, yaitu nilainya yang lebih baik dari seribu bulan.

Allah SWT berfirman:
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3).

Para ulama menjelaskan bahwa seribu bulan setara dengan sekitar 83 tahun lebih. Artinya, satu malam ibadah pada Lailatul Qadar memiliki nilai pahala yang melebihi ibadah selama puluhan tahun.

Selain itu, pada malam tersebut para malaikat turun ke bumi membawa berbagai rahmat dan keberkahan. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur'an:
“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS. Al-Qadr: 4).

Keutamaan lainnya adalah pengampunan dosa bagi orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan keikhlasan. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Karena itulah, banyak umat Islam yang memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan i'tikaf, salat malam, membaca Al-Qur'an, serta memperbanyak doa.

Amalan yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar

Menghidupkan malam Lailatul Qadar tidak hanya dilakukan dengan satu jenis ibadah saja. Berdasarkan penjelasan yang dimuat dalam situs NU Jombang, terdapat beberapa amalan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW untuk meraih keberkahan malam tersebut.

Salat Malam (Qiyamul Lail)

Salah satu amalan utama pada malam Lailatul Qadar adalah melaksanakan salat malam seperti tahajud dan tarawih. Rasulullah SAW dikenal sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan.

Aisyah RA meriwayatkan:
“Apabila memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Salat malam pada saat ini menjadi bentuk kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Dalam suasana malam yang tenang, doa dan munajat kepada Allah terasa lebih khusyuk.

Memperbanyak Doa

Memperbanyak Doa

Selain salat malam, memperbanyak doa juga menjadi amalan penting pada Lailatul Qadar. Bahkan Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus yang dianjurkan dibaca pada malam tersebut.

Doa itu berbunyi:

"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa'fu ‘anni."
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Doa ini diriwayatkan dalam hadis dari Aisyah RA ketika ia bertanya kepada Nabi tentang doa terbaik yang dibaca saat Lailatul Qadar. Hadis tersebut menjadi pedoman bagi umat Islam untuk memohon ampunan dengan penuh kerendahan hati.

Membaca dan Merenungkan Al-Qur'an

Amalan lainnya yang sangat dianjurkan adalah membaca Al-Qur'an. Hal ini sangat relevan karena malam Lailatul Qadar merupakan waktu pertama kali diturunkannya Al-Qur'an.

Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi.” (QS. Ad-Dukhan: 3).

Membaca Al-Qur'an pada malam ini bukan sekadar membaca teks, tetapi juga memahami maknanya. Banyak ulama menyarankan untuk menggabungkannya dengan tadabbur agar hati semakin dekat dengan Allah.

I'tikaf di Masjid

I'tikaf di Masjid

I'tikaf merupakan amalan yang juga sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Ibadah ini dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk memperbanyak zikir, doa, dan ibadah lainnya.

Rasulullah SAW diketahui rutin melakukan i'tikaf setiap Ramadan hingga beliau wafat. Dalam hadis disebutkan:

“Nabi Muhammad SAW selalu melakukan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan.” (HR. Bukhari).

Melalui i'tikaf, seorang Muslim dapat memfokuskan dirinya sepenuhnya pada ibadah tanpa terganggu oleh urusan dunia.

Hikmah Lailatul Qadar

Lailatul Qadar tidak hanya memiliki nilai ibadah yang tinggi, tetapi juga menyimpan hikmah besar bagi kehidupan manusia. Malam ini mengajarkan pentingnya kesungguhan dalam mencari rahmat Allah SWT.

Dengan dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar, umat Islam didorong untuk terus beribadah secara konsisten sepanjang Ramadan. Hal ini menumbuhkan kebiasaan spiritual yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Lailatul Qadar juga menjadi momentum introspeksi diri. Pada malam yang penuh ampunan ini, setiap Muslim diajak untuk memohon maaf atas kesalahan yang telah dilakukan serta berkomitmen menjadi pribadi yang lebih baik.

Pada akhirnya, keberkahan Lailatul Qadar tidak hanya dirasakan pada malam tersebut, tetapi juga membawa perubahan dalam kehidupan seseorang setelah Ramadan berakhir.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan malam Lailatul Qadar?
Malam Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan yang terjadi pada bulan Ramadan dan disebut lebih baik dari seribu bulan. Pada malam ini, Allah SWT menurunkan rahmat, keberkahan, serta ketetapan bagi makhluk-Nya, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Qadr di Al-Qur'an.

2. Kapan malam Lailatul Qadar terjadi?
Lailatul Qadar diyakini terjadi pada salah satu malam di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil seperti tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29. Karena waktunya dirahasiakan, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada seluruh malam di akhir Ramadan.

3. Mengapa malam Lailatul Qadar begitu istimewa?
Keistimewaan Lailatul Qadar terletak pada nilai pahala ibadah yang sangat besar, bahkan lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan. Selain itu, para malaikat turun ke bumi membawa rahmat dan keberkahan hingga terbit fajar.

4. Apa saja amalan yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar?
Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain salat malam (qiyamul lail), membaca Al-Qur'an, memperbanyak doa dan istighfar, serta melakukan i'tikaf di masjid. Amalan-amalan ini dicontohkan oleh Muhammad ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan.

5. Apa tanda-tanda seseorang mendapatkan malam Lailatul Qadar?
Para ulama menjelaskan bahwa orang yang mendapatkan Lailatul Qadar biasanya merasakan ketenangan, kedamaian, serta dorongan kuat untuk berbuat kebaikan. Selain itu, pagi setelah Lailatul Qadar disebutkan dalam beberapa hadis memiliki suasana yang cerah dan menenangkan.

Mau tahu informasi terkini seputar dunia hiburan? Yuk langsung cek di KapanLagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

Sumber : KapanLagi.com