Rossa Bantah Hoaks Operasi Plastik, Tim Hukum Lacak Alamat Haters hingga IMEI

14 April 2026, 14:45 WIB
Rossa Bantah Hoaks Operasi Plastik, Tim Hukum Lacak Alamat Haters hingga IMEI

Pemberitaan miring mengenai Rossa yang disebut mengalami kegagalan operasi plastik akhirnya ditanggapi dengan serius. Kuasa hukum Rossa menyebut bahwa berita tersebut sepenuhnya adalah manipulasi konten yang sengaja dibuat untuk menggiring opini negatif.

Modus yang dilakukan para pelaku adalah dengan mengambil video asli Rossa, kemudian menggabungkannya dengan narasi bohong. Hal ini membuat seolah-olah berita kegagalan operasi tersebut adalah fakta yang benar adanya.

"Contohnya Mbak Rossa melakukan operasi yang gagal, padahal Mbak Rossa tidak melakukan operasi," kata Natalia Rusli saat ditemui di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).

Meski banyak akun bodong yang digunakan, tim hukum Rossa mengaku memiliki sistem canggih untuk melacak keberadaan para pelaku. Mereka mengklaim bisa mengidentifikasi alamat pengguna hingga detail perangkat yang digunakan untuk mengunggah fitnah tersebut.

Teknologi ini mempermudah tim hukum untuk menyeret pemilik akun ke jalur hukum jika somasi yang dilayangkan tidak dihiraukan. Pihak Rossa tidak akan tinggal diam meskipun pelaku bersembunyi di balik identitas palsu di media sosial.

"Kepada puluhan akun yang saya yakin tidak bisa mempertanggungjawabkan kebenarannya. Dan saya juga sudah mengidentifikasi akun-akun yang memang memakai akun bodong," ucap Natalia Rusli menjelaskan.

"Tapi kami mempunyai sistem atau tim yang bisa mengidentifikasi sampai dengan IMEI handphone tersebut dan bisa mengidentifikasi alamat pengguna IMEI tersebut serta lokasi handphone tersebut digunakan," sambungnya.

Penjelasan lebih detail mengenai manipulasi konten ini juga diungkapkan oleh tim hukum. Mereka menyoroti bagaimana aset kreatif milik Rossa, seperti video dan musik, disalahgunakan demi mendapatkan keuntungan berupa keterlibatan (engagement) dari netizen.

Pelaku dengan sengaja "menjahit" aset-aset tersebut dengan informasi palsu. Dampaknya, reputasi Rossa sebagai Diva Indonesia terancam rusak akibat narasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan tersebut.

"Lagu-lagunya Mbak Rossa dipakai, wajah-wajahnya Mbak Rossa tapi isi beritanya itu dimanipulasi seperti itu. Contohnya Mbak Rossa melakukan operasi yang gagal misalnya seperti itu. Padahal Mbak Rossa tidak melakukan operasi," katanya.

"Namanya seorang artis, seorang diva mempunyai makeup artist yang harus mengikuti tren, tren makeup seperti apa, tapi tidak bisa dibilang sekonyong-konyong kalau memang konsep dari Mbak Rossa saat itu disesuaikan dengan makeup artist," tambah Natalia lagi.

Kini, tim hukum Rossa menunggu respons dari para pemilik akun dalam waktu 24 jam. Jika tidak ada permintaan maaf secara terbuka, bukti-bukti digital yang telah dikumpulkan akan langsung diserahkan kepada pihak berwajib.

Sumber : KapanLagi.com