Trik Unik Hanung Bramantyo Direct Aktor Cilik, Muhadkly Acho Sampai Merasa 'Mencekam'

14 April 2026, 18:21 WIB
Trik Unik Hanung Bramantyo Direct Aktor Cilik, Muhadkly Acho Sampai Merasa 'Mencekam'

Menghadirkan kembali film legendaris asal Iran, CHILDREN OF HEAVEN, ke dalam versi Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi sutradara Hanung Bramantyo. Muhadkly Acho dan Faradina Mufti yang terlibat dalam proyek ini membocorkan bagaimana suasana di balik layar yang penuh dengan dinamika emosional.

Faradina Mufti menyebutkan bahwa meskipun jalan ceritanya tetap setia pada versi asli, ada banyak penyesuaian yang dilakukan agar terasa sangat lokal. Mulai dari lokasi perkampungan yang asri di Yogyakarta hingga busana yang dikenakan para pemainnya dibuat sangat Indonesia. Berikut selengkapnya.

"Ali dan Zahra memang dibuat untuk selebihnya memang sama, cuma mungkin yang berbeda tuh kayak lokasinya, dan apa ya, outfit-nya, semua dibikin lebih ke-Indonesia-an," ucap Faradina Mufti saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).

Sementara itu, Muhadkly Acho menceritakan karakter kepala sekolah yang ia mainkan memiliki warna tersendiri. Berbeda dengan versi asli yang mungkin lebih dramatis, Hanung menambahkan sentuhan komedi situasional yang unik agar suasana tidak terlalu tegang.

"Sama ada juga tambahan sedikit warna komedinya tuh Mas Hanung ngasih semacam si kepala sekolah ini suka apa-apa tuh dipakein pantun. Jadi kayak ada perbedaan-perbedaan dari yang kepala sekolah aslinya, mungkin biar enggak over-dramatic juga kali selama di sekolah itu," ungkap Acho.

Satu hal yang paling membekas di hati Acho adalah cara Hanung Bramantyo mengarahkan aktor cilik, Jared Ali dan Humairah Jahra. Demi mendapatkan emosi kesedihan yang tulus, Hanung kerap melakukan trik psikologis yang cerdik tanpa menyakiti perasaan para pemeran utama anak-anak tersebut.

"Kadang-kadang Mas Hanung masuk ruangan terus dia langsung pura-pura marah ke kru gitu untuk bikin suasananya menjadi mencekam sehingga si anak ini juga jadi ikutan kayak, 'Wuh memang bukan gue yang dimarahin tapi kok suasananya jadi begini nih'," tutur Acho mengenai taktik sang sutradara.

Efeknya pun sangat luar biasa, di mana sang aktor cilik langsung mampu mengeluarkan air mata secara natural akibat suasana yang dibangun di set. Hal ini membuat Acho merasa kagum sekaligus terharu melihat dedikasi tim produksi dalam menjaga emosi pemain anak.

"Jadinya dia tuh langsung terpancing lagi tiba-tiba wah langsung air matanya keluar semua gitu. Jadi kayak enggak harus ke anaknya tapi ternyata ke sekeliling tapi si anak ini bisa impact tanpa harus memberikan rasa trauma," tambahnya lagi dengan nada takjub.

Kehebatan akting aktor cilik ini juga diakui oleh Faradina, yang merasa sangat mudah membangun chemistry dengan mereka. Ia menyebut Jared Ali adalah anak yang sangat kritis dan profesional meskipun harus menjalani jadwal syuting yang padat hingga larut malam.

"Si Ali tuh kritis banget anaknya. Kritis. Jadi kalau sutradara bilang begini begini, 'Emang aku harus kayak gitu ya?' Jadi dia tuh bisa mempertanyakan balik. 'Harusnya aku enggak sesedih deh kayak gini.' Waw," pungkas Faradina mengagumi bakat lawan main ciliknya itu.

Sumber : KapanLagi.com