Kesedihan Mendalam Denada, Akui Sempat Tak Mau Makan Saat Berkonflik Dengan Anak

24 April 2026, 08:00 WIB
Kesedihan Mendalam Denada, Akui Sempat Tak Mau Makan Saat Berkonflik Dengan Anak

Di balik senyum leganya saat ini, Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan ternyata sempat melewati masa yang sangat berat. Perseteruannya dengan Ressa Rizky Rossano terkait pengakuan anak biologis sempat mengguncang kondisi mentalnya.

Denada mengaku kehilangan semangat hidup dan nafsu makan selama berbulan-bulan akibat tekanan batin tersebut. Ia menghabiskan banyak waktu untuk menangis dan berdoa, mencoba menerima situasi yang terjadi dalam hidupnya. Berikut selengkapnya.

"Berbulan-bulan aku hampir nggak berhenti menangis. Setiap aku sujud berdoa sama Allah, aku nangis. Aku diajarin sama Mama nggak boleh protes, nggak boleh mempertanyakan 'kenapa begini'," ujarnya saat ditemui di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).

Konflik ini memuncak ketika Ressa menuntut pengakuan secara hukum pada akhir 2025 melalui Pengadilan Negeri Banyuwangi. Publik pun dikejutkan dengan fakta bahwa Denada memiliki anak yang selama ini tidak terekspos dan tinggal di Banyuwangi.

Di tengah masa sulit tersebut, Denada merasa sangat terbantu oleh dukungan tim manajemen dan sahabat-sahabat terdekatnya. Mereka tidak hanya memberikan semangat secara emosional, tetapi juga mendampingi secara langsung agar ia tetap menjaga kondisi fisiknya.

"Mereka datang, pegang tangan aku, bantu aku. Bahkan untuk makan saja aku harus ditemani. Mereka sampai lewat tengah malam tetap ada di samping aku," tuturnya.

Dukungan itulah yang perlahan membantunya bangkit dan berdamai dengan keadaan. Denada menyadari bahwa sebagai seorang ibu, ia memiliki tanggung jawab untuk tetap membuka hati dan mendoakan anaknya.

"Semua itu jalan hidup. Tidak ada yang ingin gagal dalam berumah tangga, tapi itu bagian dari perjalanan. Tugasku sebagai ibu adalah terus mendoakan," ujar pelantun lagu Mutha Futha tersebut.

Kini, Denada memilih untuk melangkah ke depan. Ia bertekad tidak lagi terjebak dalam rasa sedih, bingung, takut, maupun malu, dan ingin fokus menjadi ibu yang lebih baik bagi kedua anaknya.

Ia pun mengaku bersyukur karena merasa mendapat kekuatan di titik terendah hidupnya. Baginya, setiap peristiwa yang terjadi adalah bagian dari rencana Tuhan yang harus dijalani dengan penuh keikhlasan dan dijadikan pijakan untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.

Sumber : KapanLagi.com